Nestor Rico Tambunan seorang penulis yang menjelajah dari fiksi hingga jurnalistik. Sebagai jurnalis, alumni Sekolah Tinggi Publistik (STP) Jakarta ini pernah jadi jadi wartawan/Redaktur Majalah SARINAH, Redaktur Fiksi & Karangan Khas Majalah GADIS, Asisten Managing Editor/Koordinator Reporter dan Koresponden Majalah KARTINI, dan Pemimpin Redaksi Tabloid MUTIARA KARTINI. Sejak akhir 2010 menjadi Redaktur Eksekutif Majalah diffa, media pertama dan satu-satunya mengenai dunia disabilitas (penyandang cacat) di Indonesia.

Sejak tahun 1980 menulis ratusan cerpen/cerita bersambung di berbagai media, antara lain: GADIS, ANITA CEMERLANG, HAI, MODE, ANEKA, SARINAH, KARTINI, dan sebagainya. Ia juga menulis belasan novel dan 4 buku psikologi popular.
Menulis ratusan episode sinetron, baik cerita lepas, miniseri, maupun serial. Skenario serial terkenal, antara lain Pariban dari Bandung dan beberapa sekuel Si Doel Anak Sekolahan. Skenario layar lebar antara lain TIREN dan TULALIT.
Selain karya sendiri, juga menuliskan buku untuk orang lain, antara lain Catatan Perjalanan Seorang Ibu, buku otobiografis Retno Astoeti Aryanto, tokoh penggerak dunia tunagrahita di Indonesia. Buku memoar karya desainer Merdi Sihombing mengenai re-inventing dan re-vitalisasi ulos, tenunan tradisional Batak. Bersama Rina Eklesia menulis buku Suara yang Mengalahkan Hujan, kisah perjalanan panti asuhan yang bermula dari anak-anak korban kerusuhan Maluku. Kumpulan puisinya: Hujan Kesaksian.

Selain jadi jurnalis dan penulis fiksi, Nestor jadi dosen kompetensi di Jurusan Teknologi Grafika dan Penerbitan (TGP) Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), di Kampus UI Depok. Ia juga aktif sebagai Chief of Board Edukasi Dasar, sebuah LSM yang bergerak di bidang pendidikan dasar untuk anak-anak tidak mampu. *